REVIEW JURNAL MSDM NASIONAL 1
Judul
|
PENGARUH PELATIHAN KERJA, PENGEMBANGAN KARIR DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN BANYUMAS
|
Jurnal
|
-
|
Volume & Halaman
|
-
|
Tahun
|
-
|
Penulis
|
Laila Nur Ajizah, Suyoto, Hengky Widhiandono
|
Reviewer
|
Fadjri Rahmadan ( 1620200093 )
|
Tanggal
|
16 juni 2019
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan utama dari penelitian ini adalah 1. Apakah pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas. 2. Apakah pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas. 3. Apakah lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas. 4. Apakah pelatihan kerja, pengembangan karir dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas.
|
Subjek Penelitian
|
Pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas.
|
Metode Penelitian
|
Populasi dan Sampel,Populasi adalah keseluruhan dari subjek-subjek yang karakteristiknya akan diduga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas yang berjumlah 496 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metodepurposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan untuk menyesuaikan dengan kriteria penelitian agar dapat meningkatkan ketepatan sampel
|
Langkah-langkahPenelitian
|
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah
|
Hasil Penelitian
|
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian validitas dan reliabilitas serta uji asumsi klasik model regresi sudah terbebas dari permasalahan normalitas, multikolinearitas danheteroskedastisitas. Dengan demikian model regresi sudah tepat digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini.
Adapun interpretasi dari persamaan regresi tersebut adalah:
α = 0,835 artinya kinerja pegawai akan sebesar 0,835 satuan jika pelatihan kerja,
pengembangan karir dan lingkungan kerja bernilai nol.
β1 = 0,117 artinya kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,117 satuan apabila pelatihan
kerja naik satu satuan dengan asumsi pengembangan karir dan lingkungan
kerja bernilai tetap.
β2 = 0,340 artinya kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,340 satuan apabila
pengembangan karir naik satu satuan dengan asumsi pelatihan kerja dan
lingkungan kerja bernilai tetap.
β3 = 0,320 artinya kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,320 satuan apabila
lingkungan kerja naik satu satuan dengan asumsi pelatihan kerja,
pengembangan karir bernilai tetap.
Berdasarkan tabel tersebut diketahui nilai adjusted R 2 sebesar 0,506, hal ini berarti variabel pelatihan kerja, pengembangan karir dan lingkungan kerja mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 50,6%, sedangkan sisanya sebesar 49,4% dipengaruhi oleh faktor lain
|
Kekuatan Penelitian
|
Kekuatan penelitian ini adalah pelatihan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas.
|
Kelemahan Penelitian
|
Kelemahan penelitian ini adalah data yang tidak diteliti dan kurang siknifikan
|
Saran Reviewer
|
1. Untuk meningkatkan pelatihan kerja sebaiknya dari awal PNS ditempatkan sesuai pendidikan dan dilakukan pelatihan sesuai bidangnya serta saran untuk diadakan pelatihan sesuai dengan kebutuhan pegawai sehingga pegawai benar-benar memahami tugas dan fungsinya
2. Untuk meningkatkan pengembangan karir karyawan harus tahu posisi /jabatan karyawan yang akan didapatkan berikutnya
|
REVIEW JURNAL MSDM NASIONAL 2
Judul
|
PENGARUH PELATIHAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
|
Jurnal
|
Jurnal Ilmiah Manajemen
|
Volume & Halaman
|
Volume 1 Nomor 4
|
Tahun
|
Juli 2013
|
Penulis
|
ERMA SAFITRI
|
Reviewer
|
Fadjri Rahmadan ( 1620200093 )
|
Tanggal
|
16 juni 2019
|
Tujuan Penelitian
|
Bertujuan Untuk Memeriksa Dan Menganalisis Pengaruh Pelatihan Dan Pekerjaan
Disiplin Pada Kinerja Karyawan. Dengan Sampel 38 Karyawan
Di Apron Move Control Devision Pt. Angkasa Pura 1 (Persero)
Bandara Internasional Cabang Juanda-Surabaya
|
Subjek Penelitian
|
Subjek Penelitiannya Yaitu Kinerja karyawan yang ada dinas Apron Move Control PT.
Angkasa Pura 1 (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda –Surabaya.
|
Metode Penelitian
|
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,
1. menguji hipotesis yang telah ada untuk mencari kebenaran dari
hipotesis tersebut..
2. Lokasi penelitian dilaksanakan di Dinas Apron MoveControl (AMC) PT. Angkasa pura 1 (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda – Surabaya. Jl. Ir. H. Juanda No.1 Sidoarjo,
Surabaya 61253 A.
3. Populasi dan sampel sebanyak 38 karyawan pada DinasApron Move Control (AMC) PT. Angkasa pura 1 (Persero) Cabang
Bandar Udara Internasional Juanda – Surabaya.
|
Langkah-langkahPenelitian
|
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda.
2. Indikator kemampuan pada variabel ini memiliki nilai rata-rata paling rendah dibanding indikator lainnya yaitu 4.15 tetapi tergolong kategori tinggi. Hal ini disebabkan karena tidak semua karyawan pada dinas Apron Move Control PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional Juanda – Surabaya yang mendapatkan pelatihan, sehingga kemampuan karyawan dalam bekerja tidak bisa berkembang.
|
Hasil Penelitian
|
Penelitian ini menggunakan model regresi berganda sehinggaharus dipenuhi asumsi-asumsi klasik persamaan regresi berganda yaitu berdistribusi normal, tidak adanya problem multikolinieritas, tidak terjadinya heterosksdastisitas, danhubungan yang linier antar variabel.Uji normalitas dapat dikatakan berdistribusi normal jika kurva yang ada pada grafik mengikuti bentuk bel (lonceng). Dan hasil menunjukkan bahwa sebaran data mempunyai kurva yang dapat dianggap berbentuk lonceng. Oleh karena itu model regresi dapat dikatakan berdistribusi normal. Uji multikolinieritas dapat dapat dilihat dari nilai VIF disekitarangka 1 dan mempunyai angka
TOLERANCE mendekati 1. Hasil dari uji t (uji parsial) dapat diketahui bahwa variabel pelatihan mempunyai angka signifikan diatas 0.05 yaitu 0.134, maka pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan untuk variabel disiplin kerja mempunyai angka dibawah 0.05 yaitu 0.045, maka disiplin kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
|
Kekuatan Penelitian
|
Kekuatan penelitian ini adalah Pelatihan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Pelatihan
tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawana. Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
.
|
Kelemahan Penelitian
|
Kelemahan penelitian ini adalah kurangnya penjelasan hipotesis
|
Saran Reviewer
|
Pimpinan lebih merencanakan apa saja yang dibutuhan dari karyawan untuk kebutuhan kerjanya demi mencapai tujuan yang
diharapkan perusahaan. Mengingat tugas dari dinas Apron Move Control (AMC) yang sangat penting dan dibutuhkan sekali skill dan ketelitian dalam menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan sekali skill khusus untuk meningkatkan kinerja karyawannya
|
REVIEW JURNAL MSDM INTERNASIONAL 1
Judul
|
Effect of ISO 900-2008 QMS, Total Quality Management and Work
Environment on Job Satisfaction and Employee Performance at Pt
Mount Dreams Indonesia in Gresik
(Pengaruh ISO 900-2008 QMS, Total Manajemen Mutu dan Kerja
Lingkungan pada Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan di Pt
Mount Dreams Indonesia di Gresik)
|
Jurnal
|
Total quality, management, employee performance, PT Mount Dreams Indonesia
(Total kualitas, manajemen, kinerja karyawan, PT Mount Dreams Indonesia)
|
Volume & Halaman
|
Vol 3 Edisi 4
|
Tahun
|
2015
|
Penulis
|
Mahmudah Enny W.
|
Reviewer
|
Fadjri Rahmadan ( 1620200093 )
|
Tanggal
|
16 juni 2019
|
Tujuan Penelitian
|
Penelitian ini dilakukan karena bertujuan untuk menguji hipotesis tentang korelasi antara
variabel yang akan diteliti, dimana informasi didefinisikan dengan jelas, proses penelitian bersifat formal dan terstruktur, menggunakan relatif besar dan
sampel yang representatif, dan analisis data menggunakan teknik kualitatif.
|
Subjek Penelitian
|
Kepuasan Dan Kinerja Karyawan Di PT Mount Dreams Indonesia Di Gresik. Sampel Dalam Penelitian Ini Adalah 175
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian ini adalah yaitu penelitian yang dilakukan oleh mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data primer. Penelitian ini juga dapat dikatakan sebagai penelitian yang dapat dilakukan dalam populasi besar atau kecil, sehingga dapat ditemukan kejadian relatif, korelasi antar variabel secara social dan secara psikologis.
|
Langkah-langkahPenelitian
|
Langkah- langkah Proses Penelitian,Memberikan kuesioner yang dibagikan kepada responden.
|
Hasil Penelitian
|
kinerja karyawan di PT Mount Dreams Indonesia di Gresik. Sampel dalam penelitian ini adalah 175
responden yang merupakan karyawan staf PT Mount Dreams Indonesia di Gresik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
kuesioner yang dibagikan kepada responden. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan SEM (structural equation modeling)
dengan program AMOS (analisis struktur momen). Hubungan variabel-variabel ini ke lima adalah kausalitas. Model dari
hubungan variabel SMM ISO 9001-2008 tidak menghasilkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan total
manajemen mutu dan lingkungan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kualitas total
manajemen tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan tetapi untuk variabel ISO 2001-2008
QMS dan lingkungan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Untuk penelitian lebih lanjut
melakukan penelitian serupa diharapkan mengambil sampel dengan tenure, berkembang tidak hanya dalam penelitian di PT Mount Dreams
Indonesia, tetapi di beberapa tempat yang relevan dengan penelitian ini
|
Kekuatan Penelitian
|
Kekuatanya adalah yang diterapkan oleh PT Mount Dreams Indonesia di Gresik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karyawan
kinerja Ini berarti SMM ISO 9001-2008 dibakukan oleh manajemen, dalam hal ini adalah kompetensi karyawan,
pelatihan, penilaian efektivitas kerja, perhatian karyawan dan pemeliharaan arsip dapat meningkatkan kinerja karyawan
terus menerus.
|
Kelemahan Penelitian
|
Manajemen harus memperhatikan karyawannya dan oleh karena itu, mempertimbangkan kepuasan kerja karyawan pertama meningkatkan kinerja karyawan ,dan juga tidak teknik pengumpulan data dan sumber data,tidak ada tabel pada bagian data
|
Saran Reviewer
|
Harusnya lebih diperbayak lagi pengumpulan data,dan harus juga ada tabelnya.
|
Komentar
Posting Komentar