Review Jurnal Nasional MSDM
Pengembangan karyawan
|
Judul
|
PENGARUH
ETOS KERJA, INSENTIF DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN
DEPARTEMEN CUTTING PT MORICHINDO FASHION UNGARAN
|
|
Jurnal
|
Alumni
STIE AMA Salatiga
Hardi
Utomo Dosen STIE AMA Salatiga
|
|
Volume
& Halaman
|
Vol.
8
|
|
Tahun
|
2015
|
|
Penulis
|
Karina
Dewi ,Hardi Utomo
|
|
Reviewer
|
Fadjri Rahmadan 1620200093
|
|
Tanggal
|
20
Mei 2018
|
|
Tujuan
Penelitian
|
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh etos kerja , insentif dan pengembangan karir terhadap
kinerja karyawan departemen cutting pt morichindo fashion unggaran
|
|
Subjek
Penelitian
|
Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di departemen cutting PT Morich
Indo Fashion per Mei 2015 yang berjumlah 170 karyawan. Untuk menentukan
berapa jumlah sampel
yang akan diambil dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan rumus Slovin (Husain Umar, 2003:108). Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 119 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
accidental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan siapa saja yang
bersedia menjadi sampel atau siapa saja yangditemui.
|
|
Metode
Penelitian
|
Suatu
kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Adapun cara yang
digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah
mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha. Untuk mengetahui
kuesioner tersebut sudah reliable akan dilakukan pengujian reliabilitas
kuesioner dengan bantuan computer program SPSS. Kriteria penilaian uji reliabilitas
adalah Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai α > 0,60.
|
|
Langkah-langkah
Penelitian
|
Membagikan kuisioner ke semua
karyawan departemen cutting pt morichindo fashion unggaran dengan beberapa
variabel yang menyangkut dengan hubungan pengaruh etos kerja , insentif dan
pengembangan karir
|
|
Hasil
Penelitian
|
hasil yang didapatkan semuanya dinyatakan valid
karena r hitung lebih besar dari r tabel. Sehingga pernyataan dalam kuesioner
layak dan bisa digunakan dalam penelitian selanjutnya. Uji reliabilitas
dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya
atau dengan kata lain alat ukur
tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali – kali pada waktu yang
berbeda.
|
|
Kekuatan
penelitian
|
Kekuatan
penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner
yang di berikan kepada karyawan dan manajer yang bekerja minimal 1 tahun agar dapat mempermudah
pengambilan data untuk mendukung penelitian
|
|
Kelemahan
penelitian
|
Masih
adanya karyawan yang belum mau berpartisipasi dalam pengisian kuesioner bagi
meningkatkan kinerja karyawan di PT. departemen cutting pt morichindo fashion unggaran
|
|
Saran
Reviewer
|
Seharusnya sang peneliti
membuat kuisioner yang menarik agar pembanca tertarik untuk mengisi kuisioner
tersebut
|
Review Jurnal Nasional MSDM Rekrutmen
dan Seleksi
|
Judul
|
PENGARUH
KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi
pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan, Malang)
|
|
Jurnal
|
Fakultas
Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
|
|
Volume
& Halaman
|
Vol.
34 No 1
|
|
Tahun
|
2016
|
|
Penulis
|
Novita
Bambang Swasto Sunuharjo Ika Ruhana
|
|
Reviewer
|
Fadjri Rahmadan 1620200093
|
|
Tanggal
|
20
Mei 2018
|
|
Tujuan
Penelitian
|
Untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap kinerja
karyawan
|
|
Subjek
Penelitian
|
Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research
dengan pendekatan kuantitatif
|
|
Metode
Penelitian
|
Pada
penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan pada PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan, Malang sebanyak 139
karyawan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 59 karyawan.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
proportional random sampling. Peneliti memakai teknik pengambilan sampel
tersebut karena populasi pada karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Witel Jatim Selatan, Malang memiliki beberapa divisi dengan jumlah karyawan
yang berbeda-beda. Sekaran (2006:272) mengungkapkan bahwa “Proportional
random sampling merupakan teknik
pengambilan secara acak dengan jumlah yang proporsional untuk setiap sub
populasi sesuai dengan ukuran populasinya”.
|
|
Langkah-langkah
penelitian
|
Menyebarkan
kuesioner yang dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan tertulis dalam
bentuk kuesioner yang lalu dibagikan kepada para responden dan melakukan
dokumentasi dengan cara mencatat dan mempelajari dokumen yang tersedia.
|
|
Hasil
Penelitian
|
Berdasarkan
hasil Uji Parsial (Uji t) pada penelitian ini dengan tingkat signifikansi
yang digunakan yaitu 5% didapatkan nilai sig.t (0,344) > α = 0,05 sehingga
komitmen organisasional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
karyawan. Demikian pula dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Murdiyani
(2010). Hasil analisis regresi yang menguji pengaruh komitmen organisasi
dengan kinerja dosen juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan yang
ditunjukkan dengan nilai p=0,930. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen
organisasional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
karyawan. Murdiyani (2010) menjelaskan bahwa hal yang bisa dijelaskan terkait
dengan temuan dalam penelitian ini adalah bahwa telah muncul fenomena social
desirability. Ada motivasi subyek yang tidak memberikan informasi yang tepat
karena informasi yang diberikannya sengaja disesuaikan dengan apa yang
dipandang baik oleh masyarakat (Widhiarso, 2010). Peneliti lain ada yang
memberi nama dengan tipuan (faking) atau respon terpola (response set) yaitu
masalah tipuan atau distorsi respon yang diberikan oleh responden dalam
pengukuran psikologi (Widhiarso dan Suhapti, 2007). Pada penelitian ini
peneliti mengukur komitmen organisasional karyawan dengan menggunakan 3
indikator yaitu komitmen afektif,
Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 34 No. 1
Mei 2016|
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id 45
komitmen
berkelanjutan, dan komitmen normatif. Peneliti menjadikan 3 indikator
tersebut di dalam satu kuesioner untuk mengukur komitmen organisasional
karyawan. Peneliti berasumsi bahwa hal tersebut dapat menjadi salah satu
faktor penyebab mengapa komitmen organisasional tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja karyawan selain fenomena social desirability yang
telah dijelaskan sebelumnya. Peneliti berasumsi apabila dalam mengukur
komitmen organisasional karyawan 3 indikator komitmen organisasional tidak
dijadikan dalam satu kuesioner seperti pada penelitian ini hasil mengenai
komitmen organisasional karyawan bisa lebih jelas dan akurat. Pengertian dari
3 indikator komitmen organisasional yang tidak dijadikan di dalam satu
kuesioner adalah komitmen organisasional terpecah lagi menjadi 3 variabel
yaitu variabel komitmen afektif, variabel komitmen berkelanjutan, dan
variabel komitmen normatif. Sehingga dalam pengukurannya pun variabelvariabel
tersebut tidak dijadikan di dalam satu kuesioner seperti dalam penelitian
ini.
terhadap motivasi karyawan Objek Wisata
Lokawisata Baturraden mencapai 41,21% termasuk dalam kategori cukup baik.
(5). Besarnya pengaruh variabel motivasi terhadap prestasi kerja karyawan
Objek wisata Lokawisata Baturraden mencapai 11,42% termasuk kedalam kategori
rendah. (6). Besarnya pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap motivasi
dan prestasi kerja karyawan Objek Wisata Lokawisata Baturraden mencapai
52,63% termasuk dalam kategori cukup baik
|
|
Kekuatan
Penelitian
|
Dengan data yang valid peneliti
dengan mudah menyimpulkan hasil dari pengumpulan data
|
|
Kelemahan
penelitian
|
1.
Pada penelitian ini peneliti mengukur komitmen organisasional karyawan PT.
Telkom Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan, Malang dengan menggunakan 3
indikator yang yaitu komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen
normatif yang pengukurannya dijadikan di dalam satu kuesioner. Peneliti
beranggapan bahwa hal tersebut merupakan keterbatasan dari penelitian ini
karena hal tersebut mungkin menjadi penyebab tidak signifikannya hasil hipotesis
komitmen organisasional berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan.
2.
Dalam mengukur kinerja karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Witel Jatim
Selatan, Malang peneliti menyebarkan kuesioner kinerja karyawan kepada
karyawan yang bersangkutan. Hal tersebut juga menjadi keterbatasan pada
penelitian ini karena self evaluation tersebut dapat menimbulkan bias pada
jawaban kuesioner tersebut. Karyawan memiliki kecenderungan untuk mengisi
jawaban yang dianggap baik mengenai dirinya apabila self evaluation tersebut
dilakukan
|
|
Saran
Reviewer
|
Bagi
pihak perusahaan diharapkan pihak memperluas peluang promosi jabatan kepada
karyawan yang berkinerja baik atau karyawan
yang berhak untuk mendapatkan promosi jabatan di dalam perusahaan
|
Review Jurnal Internasional MSDM
Penataan sumber daya manusia
|
Judul
|
Structuring
the Human Resources (HR) Featured In Building Independence Small and Medium
Enterprises (UKM) in Makassar
Penataan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggulan Dalam Membangun Kemandirian
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Makassar
|
|
Jurnal
|
(Lecturer
of StiemBongaya))
Dosen stiembongaya
|
|
Volume
& Halaman
|
Vol.
3
No. 4
|
|
Tahun
|
2015
|
|
Penulis
|
Dr
H Muh. Akob Kadir SE,MS,I
|
|
Reviewer
|
Fadjri rahmadan 1620200093
|
|
Tanggal
|
20
Mei 2018
|
|
Tujuan
penelitian
|
to determine the
effect of Human Resources Structuring (SDM) Superior in Building Independence
of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Makassar
untuk
mengetahui pengaruh Penataan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggulan Dalam
Membangun Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Makassar
|
|
Subjek
Penelitian
|
In
this study the portion of the population chosen carefully to represent the
population. Cooper and Emory (1998). The sampling design is a saturated
sampling that includes all employees at KPKNL as Operational Office of DJKN
Suluttenggomalut in Manado which amounted to 38 employees.
(Pada
penelitian ini bagian dari populasi yang dipilih secara hati-hati untuk
mewakili populasi tersebut Cooper dan Emory (1998). Desain sampling adalah
sampling jenuh yang mencakup semua karyawan di KPKNL sebagai Kantor
Operasional DJKN Suluttenggomalut di Manado yang berjumlah 38 karyawan.)
|
|
Metode
penelitian
|
simultaneously
and partially. The data was taken using questionnaire to 38 respondents which
are all of the employees in KPKNL Manado by using saturated sampling method.
Research result shows there is a significant effect of performance allowance
and employee development on employee performance simultaneously, there is a
significant effect of performance allowance on employee performance,
partially. And there is no significant effect of employee development on
employee performance, partially. The performance allowance greatly affect the
quality of employee performance, it is important to KPKNL Manado so I
recommend that performance allowance should be raised to support the employee
and employee performance will increase.
(Jenis
penelitian adalah penelitian kuantitatif. Data diambil menggunakan kuesioner
dari 38 responden dengan menggunakan metode saturation sampling. Hasil
penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari tunjangan
kinerja kinerja dan pengembangan karyawan terhadap kinerja karyawan secara
simultan, dan terdapat pengaruh yang signifikan dari tunjangan kinerja
terhadap kinerja karyawan sedangkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan
dari pengembangan karyawan terhadap kinerja karyawan. Tunjangan kinerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sehingga saya menyarankan tunjangan
kinerja bagi para karyawan lebih ditingkatkan lagi, untuk mendukung kinerja
karyawan.)
|
|
Langkah-langkah
penelitian
|
1.
Data were taken using questioner from 38 respondents by using saturation
sampling method.
(1.
Data diambil menggunakan kuesioner dari 38 responden dengan menggunakan
metode saturation sampling)
2.
The sample size that is proper in research is 30 to 500. Because the sampling
method is saturation sampling
(2.
ukuran sampel yang tepat dalam penelitian adalah 30 hingga 500. Karena metode
pengambilan sampel adalah sampling jenuh)
|
|
Hasil
Penelitian
|
CONCLUSION
To increase competitiveness, companies must strive to improve the performance
of human resources by increasing expertise and skills to prepare human
resources in the promotion and solving the problems facing the company. This
performance enhancement can be done through education, training, and human
resource development. Education and training focuses on several types of
skills and expertise that are relatively similar and do in the short term,
while the human resources development process more oriented to increase the
skills and expertise of a broader and diverse and can be done in the long
term
KESIMPULAN Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan harus berusaha untuk
meningkatkan kinerja sumber daya manusia dengan meningkatkan keahlian dan
keterampilan untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam promosi dan
menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. Peningkatan kinerja ini dapat
dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya
manusia. Pendidikan dan pelatihan berfokus pada beberapa jenis keterampilan
dan keahlian yang relatif serupa dan dilakukan dalam jangka pendek, sedangkan
proses pengembangan sumber daya manusia lebih berorientasi untuk meningkatkan
keterampilan dan keahlian yang lebih luas dan beragam dan dapat dilakukan
dalam jangka panjang
|
|
Kekuatan
Penelitian
|
excellent
research resources with the help of good data test
(sumber
penelitian yang sangat baik dengan dibantu uji data yang baik)
|
|
Kelemahan
penelitian
|
difficulty
in translating language
(kesulitan
dalam menerjemahkan bahasa)
|
|
Saran
Reviewer
|
this
research can be very helpful in the development of employees
(penelitian
ini bisa sangat membantu dalam pengembangan karyawan)
|
Komentar
Posting Komentar